Tips Safety Riding

Pancaroba, Waspada Angin Kencang saat Berkendara

Ahmad Garuda    •    Selasa, 11 Apr 2017 16:47 WIB
safety riding
Pancaroba, Waspada Angin Kencang saat Berkendara
Berkendara di musim pancaroba seperti sekarang, patut mempertimbangkan tiupan angin. Honda

Metrotvnews.com, Jakarta: Musim pancaroba atau perubahan musim dari musim hujan ke kemarau atau pun sebaliknya, selalu punya tantangan tersendiri bagi bikers. Misalnya dengan tiupan angin yang kencang saat berada di wilayah terbuka. Jelas ini akan membahayakan, jika seorang bikers tidak sigap akan hal tersebut.

Penting untuk memprediksi kondisi jalan di depan, termasuk mempertimbangkan faktor sekitarnya seperti kondisi lalu lintas, jalanan, tiupan angin hingga kondisi fisik sang pengendara itu sendiri. Lantaran jika ini diabaikan, jangan sampai malah jadi masalah tersendiri saat berkendara.

"Berkendara itu bukan sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Berkendara itu pekerjaan utama dan harus mempersiapkan segala sesuatunya. Tidak boleh dianggap enteng, termasuk melihat semua kondisi yang ada, termasuk juga kondisi cuaca. Angin kencang, hujan, panas terik dan juga kondisi macet," jelas Pendiri dan Instruktur Senior di Jakarta Defensive Driving Course (JDDC), Jusri Pulubuhu kepada Metrotvnews.com, beberapa waktu lalu.

Pemaparan lebih detail justru diberikan instruktur safety dari Safety Institute Indonesia, Dhany Ekasaputra. Ia menegaskan bahwa angin kencang itu adalah masalah bawaan yang harus diwaspadai. Bukan masalah yang kita buat-buat seperti sengaja meninggikan kecepatan atau ngobrol dengan pemotor lain di tengah jalan.

"Kalau masalahnya angin kencang, tidak ada cara lain kecuali Anda harus selalu berhati-hati. Usahakan kecepatan berkendara berada di level sewajarnya. Karena tiupan angin untuk motor yang fairing dan windshield-nya besar, itu akan sangat terasa," klaim Dhany.

Pria ramah itu juga menjelaskan bahwa memberikan ruang gerak untuk angin melalui bodi motor itu adalah hal penting. Karena semakin kencang kecepatan motor, maka ruang gerak angin bakal lebih sempit.


(UDA)