Tips Perawatan Kendaraan

Efek Buruk Mencampur BBM

M. Bagus Rachmanto    •    Kamis, 31 Jan 2019 09:45 WIB
tips mobiltips motortips knowledge
Efek Buruk Mencampur BBM
Mencampur BBM di mobil bikin performa mesin tak maksimal. Foto Antara

Jakarta: Hingga saat ini masih ada kebiasaan masyarakat Indonesia yang mencampur bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan bermotor. Seperti contoh mencampurkan Pertalite dengan Pertamax atau dengan pertamax Turbo.
 
Commercial Fuel Marketing PT Pertamina (Persero), Indra Pratama, mengakui jenis-jenis BBM itu jika dimasukkan ke dalam tangki kendaraan akan tetap tercampur. Hanya saja tidak direkomendasikan karena performa BBM tidak bisa didapatkan secara maksimal.
 
"Mencampur BBM dapat dilakukan dan akan bercampur dengan baik. Mencampurkan jenis Premium dengan Pertamax sekalipun, tetap bisa tercampur tetapi itu tidak direkomendasikan," jelas Indra kepada Mecom.id di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan bahwa setiap jenis BBM miliki karakteristiknya sendiri. Jadi ketika dicampur, maka tidak akan maksimal performanya. 



"Jika ingin mengganti, lebih baik dikuras dulu tangkinya. Kalau dicampur-campur tidak akan terasa," ujarnya. 

Salah satu asumsi yang hadir di masyarakat adalah mendapatkan nilai oktan yang lebih baik untuk BBM jenis Pertalite ketika dicampurkan dengan BBM jenis Pertamax. Namun harganya tidak bikin boncos kantong. Hal ini banyak dilakukan untuk alasan tersebut.
 
Rekomendasi bahan bakar yang biasanya diberikan oleh produsen kendaraan, disesuaikan dengan kebutuhan mesin yang mereka produksi. Jika BBM yang digunakan merupakan hasil pencampuran sendiri yang ada hitungannya, maka kebutuhan mesin terhadap spesifikasi bahan bakar tidak akan sesuai. Ini bisa menyebabkan mesin mengalami kerusakan dalam jangka waktu lama.


(UDA)