Tips Knowledge

Ciri Transmisi Mobil Manual Bemasalah

M. Bagus Rachmanto    •    Minggu, 12 Aug 2018 09:22 WIB
tips knowledge
Ciri Transmisi Mobil Manual Bemasalah
Susah oper gigi transmisi mobil manual biasanya disebabkan usia pakai dekrup yang sudah aus. Digitaltrends

Jakarta: Permasalah keras atau susah saat oper gigi kadang dialami mobil transmisi mobil. Hal ini bisa terjadi di posisi gigi tertentu atau di semua perpindahan gigi. Sebenarnya apa penyebab perseneling mobil keras ini? Karena kalau tidak diatasi segera akan berdampak kepada komponen lain dan tentunya tangan dan kaki terasa capek saat memindahkan gigi.

Menurut Fahmi, yang buka bengkel Fahmi Jaya Motor di Pengasinan, Bekasi Timur, Jawa Barat, susah melakukan oper gigi di semua perpindahan gigi diakibatkan rusaknya komponen dekrup/matahari kopling, karena usia pakai. Hal lain karena penggunaan merek/produk yang tidak orisinil sehingga tidak tahan lama.

"Selain itu penggunaan dekrup yang bukan produk/merek orisinil tidak hanya menyebabkan susah masuk gigi pada semua posisi, tetapi juga menyebabkan mesin bergetar dan terasa hingga ke bagian kemudi. Terutama jika mesin dalam kondisi panas atau kondisi kendaraan telah menempuh perjalanan jauh," beber Fahmi saat berbincang dengan Medcom.id di Bekasi, beberapa waktu lalu.

Jika kondisinya terus dipaksakan dan tidak segera diperbaiki, akan merusak komponen gigi sinkronis yang terdapat di transmisi. "Untuk gejala susah masuk gigi hanya pada posisi gigi tertentu saja penyebabnya berasal dari transmisi/gearbox pada komponen hub sinkronis. Itu pertanda hub sinkronis yang terdapat di transmisi telah rusak dan minta segera diganti akibat usia pakai," lanjutnya.

Contoh dekrup transmisi manual

Lebih lanjut Fahmi membeberkan, apabila komponen yang satu ini mengalami kerusakan, masalah lain yang terjadi adalah susah masuk pada posisi gigi tertentu adalah gigi suka melompat sendiri atau kembali pada posisi netral. Jika hal ini dipaksakan dan tidak segera diganti akan merusak gigi perseneling yang lain pada transmisi."

Lain lagi dengan mobil yang tuas persneling manualnya yang masih menggunakan model kabel, seperti Suzuki APV. Gejala utamanya adalah tuas persneling terasa oblak ketika digerakkan. Selain itu, juga muncul speleng cukup besar jika tuas digerakkan ke kiri-kanan atau depan-belakang. 

Untuk transimi manual model kabel tuas persneling ini punya dua kabel yang menghubungkan antara tuas dengan gearbox. Kabel sling pertama bertugas sebagai kabel kontrol pemilih /select control cable dan satu lagi sebagai kabel pengontrol perpindahan gigi/shift control cable.

Saat pengoperasian, gerakan tuas kiri-kanan bakal menggeser kabel kontrol pemilih. Sedangkan gerakan maju mundur bakal menggerakkan kabel kontrol pemindah gigi. Kalau tuas oblak, pergerakan tuas juga terbatas. Bisa jadi, gigi tidak masuk meski tuas sudah digerakkan mentok. 

"Gejala oblak ini biasanya disebabkan bushing shift control yang sudah mulai getas atau aus. Solusinya bisa dengan cara mengakali atau diganti baru. Kalau dengan cara diakali sifatnya hanya sementara dan tidak disarankan untuk pemakaian jangka panjang," tutupnya. 


(UDA)