Tips Knowledge

Kecelakaan Sekolah Mengemudi, Pahami Syarat dan Ketentuannya

M. Bagus Rachmanto    •    Rabu, 23 Aug 2017 08:10 WIB
tips knowledge
Kecelakaan Sekolah Mengemudi, Pahami Syarat dan Ketentuannya
Instruktur harus bertanggung jawab apabila terjadi kecelakaan selama pelatihan mengemudi berlangsung. Karyaku

Metrotvnews.com, Jakarta: Les mengemudi masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin belajar mengemudi mobil. Tapi ada saja peserta yang iseng bertanya tentang siapa yang akan menanggung kerugian saat terjadi kecelakaan dalam pelatihan tersebut.

Dalam beberapa tempat les mengemudi atau sekolah mengemudi, biasanya hanya ingin bertanggung jawab atas kerugian materi yang mereka derita sendiri. Namun jika berhubungan dengan kerugian atau peserta les atau siswanya maupun korban lain, mereka tak mau bertanggungjawab.

Mei, perwakilan dari Sekolah Mengemudi Giri Artha Sejahtera, menjelaskan bahwa bila terjadi kecelakaan, maka kerugian material atau objek yang celaka menjadi tanggung jawab peserta pelatihan.

"Kerusakan mobil yang digunakan untuk belajar jadi tanggungan kami. Tapi kalau ada benda atau orang yang ditabrak, peserta pelatihan yang tanggung jawab," jelas Mei saat berbincang dengan Metrotvnews.com, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Hal ini bertolak belakang dengan aturan dalam undang-undang. Hal ini tertulis pada Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 Pasal 79 Ayat 1 dan 2. "Setiap calon Pengemudi pada saat belajar mengemudi atau mengikuti ujian praktik mengemudi di Jalan wajib didampingi instruktur atau penguji. Instruktur atau penguji sebagaimana dimaksud pada ayat 1 bertanggung jawab atas pelanggaran dan atau Kecelakaan Lalu Lintas yang terjadi saat calon pengemudi belajar atau menjalani ujian."

Jika berdasarkan peraturan di atas, sudah jelas bahwa instruktur atau pendamping harus bertanggung jawab penuh atas kecelakaan yang terjadi selama pelatihan mengemudi berlangsung.


(UDA)