Tips Perawatan Radiator

Overheat, Jangan Mengisi Air Radiator saat Mesin Panas

M. Bagus Rachmanto    •    Selasa, 20 Nov 2018 14:54 WIB
perawatan kendaraantips knowledge
Overheat, Jangan Mengisi Air Radiator saat Mesin Panas
Jangan isi air radiator saat mesin mobil panas tinggi bisa sebabkan blok mesin bengkok. KTL

Jakarta: Dalam perjalanan sering kita jumpai mobil yang mogok akibat temperatur mesin mobil panas, baik yang tergolong mobil keluaran baru maupun yang keluaran lawas. 

Perlu diketahui, menangani mesin mobil yang mengalami panas berlebih (overheat) tidak boleh dilakukan sembarangan, agar tidak memperparah kerusakan dan merembet ke komponen lain.

Penyebab overheat bermacam-macam, bisa dari rusaknya pompa air radiator (water pump), lubang sirkulasi raditor tersumbat kotoran, atau masuknya air ke dalam mesin. Menurut Fahmi yang buka bengkel mobil Fahmi Jaya Motor di bilangan Bekasi Timur, apabila mesin mobil panas dan indikator temperatur menunjukkan di level maksimal, segera matikan mesin.

"Jangan paksakan mesin terlalu lama menyala saat panas, karena bisa menyebabkan komponen yang lain menjadi rusak. Panas mesin yang tinggi bisa menyebabkan beberapa komponen memuai," jelasnya.

Hal terpenting dan perlu diperhatikan ketika mesin mobil panas adalah, jangan sekali-kali mengisi air radiator pada waktu mesin sedang mengalami panas tinggi. Diamkan beberapa saat, agar suhu mesin menjadi normal.

Selain itu, suhu mesin yang tinggi juga menyebabkan air radiator menguap, dan saat membuka tutup radiator, uap panas bisa melukai tangan Anda. 

Pemberian air dingin pada waktu mesin panas, bisa menyebabkan penurunan suhu yang terlalu cepat. Kemungkinan terburuk adalah, blok mesin mobil Anda bisa menjadi bengkok karena memuai. Jika sudah begini, solusinya harus turun mesin dan bersiap merogoh kocek kantong lebih dalam. 


(UDA)