Safety Driving

Mogok di Tol? Jangan Panik dan Lakukan Prosedur Awal

Ekawan Raharja    •    Senin, 23 Oct 2017 14:06 WIB
safety driving
Mogok di Tol? Jangan Panik dan Lakukan Prosedur Awal
Mobil Mogok di tol harus perhatikan dengan baik agar tidak menimbulkan masalah. Promark Media Limited

Metrotvnews.com, Jakarta: Mobil mogok tentu sangat menyebalkan dan tidak ingin dialami oleh siapapun. Apalagi jika mogoknya terjadi di ruas tol yang bisa membuat kecelakaan. Tapi jika Anda mengalami hal ini, sebaiknya jangan panik dan harus melakukan antisipasi dengan baik dan benar.

Mobil yang mogok di jalan tol harus ditangani dengan baik agar tidak menimbulkan kemacetan yang berlarut di belakangnya. Selain itu hal ini juga terkait dengan keselamatan Anda, mengingat jalan tersebut merupakan jalan bebas hambatan dan mobil rata-rata melaju dengan kecepatan tinggi. Berikut lima langkah yang harus dilakukan jika mengalami mogok di tol versi Astra World.

Langkah pengamanan untuk keselamatan yaitu dengan cara menepikan mobil ke bahu jalan. Bila masih memungkinkan roda kiri lebih keluar dari bahu jalan yaitu menapak di rumput sehingga posisi mobil akan lebih keluar dari jalan. Tujuannya adalah untuk menghindari terserempet pengendara lain yang sedang menggunakan jalur paling kiri selain bahu jalan.
 
Nyalakan lampu hazard dan tambahkan lampu kecil juga jika kejadiannya malam hari. Tujuannya adalah agar lebih terlihat oleh pengendara lain, sehingga mobil yang melintas dapat mengetaui bahwa ada mobil yang sedang dalam kondisi darurat dan berhenti di pinggir jalan. Lampu hazard juga dapat terlihat dari kejauhan sehingga mobil yang melintas lebih berhati-hati dan memposisikan mobil mereka lebih ke kanan.
 
Pasang segitiga pengaman untuk menginformasikan ke pengendara lain bahwa kendaraan sedang bermasalah. Segitiga pengaman dipasang lebih dari 10 meter di belakang mobil dan lebih keluar 30-50 centimeter jika ditarik garis lurus dari bodi terluar mobil sisi kanan. Namun jika di jalan tol sedang macet atau padat merayap, jarak segitiga pengaman bisa dikurangi menjadi kurang lebih 5 meter.
 
Penumpang segera keluar dari mobil, tujuannya adalah untuk menghindari cidera jika terjadi tabrak belakang dari pengendara lain yang masih memanfaatkan bahu jalan untuk jalur mobilnya. Usahakan tidak ada satu orangpun yang berada di dalam mobil mengingat risikonya cukup parah jika terjadi tabrak belakang.
 
Hubungi pengelola jalan tol untuk meminta bantuan derek ke pintu keluar tol terdekat, atau telepon asuransi Anda. Sehingga bisa dibantu penanganan pertama mobilnya atau mobil derek ke luar tol untuk ditangani lebih lanjut.


(UDA)