Tips Knowledge

Mengenal Gejala Kiprok Motor yang Rusak

Rifki Rahman    •    Kamis, 13 Jul 2017 15:34 WIB
tips knowledge
Mengenal Gejala Kiprok Motor yang Rusak
Kiprok motor adalah komponen yang biasanya langsung bermasalah jika ada kesalahan pemasangan sistem kelistrikan. Bikeexif

Metrotvnews.com, Jakarta: Mungkin beberapa dari Anda pernah mengalami motor yang tiba-tiba mati ketika memasang aksesoris kelistrikan tambahan di motor. Misalnya mengganti bohlam lampu motor, menambah aksesoris seperti klakson atau sistem motorize.

Uniknya komponen-kompoenen tersebut butuh supplai kelistrikan. Dan biasanya bersinggungan langsung dengan kiprok motor. Kiprok adalah komponen yang bertugas melakukan pengaturan listrik motor dan punya sifat sensitif karena langsung berhubungan dengan aki.

Dalam bahasa teknisnya kiprok disebut rectifier regulator dengan maksud penyearah sistem misalnya mengatur perubahan jenis listrik AC-DC sebelum disimpan ke dalam aki.

Menggunakan aksesoris lampu berlebihan, bisa memberikan bebas besar terhadap kiprok.

Sedangkan regulator maksudnya pengatur segala hal yang berkaitan dengan listrik di motor. Ilustrasinya seperti apabila aki motor sudah terisi penuh daya listriknya, kiprok yang akan menyalurkan listrik ke bagian lain dan menghentikan pasokan listrik ke aki.

Namun Anda bisa memperhatikan gejala gejala yang ada ketika kiprok motor mulai bermasalah.

Lampu Redup
Salah satu penyebab kiprok mati perlu diganti adalah lampu depan yang terkadang tiba-tiba redup.

Bisa juga lampu langsung mati jika arus dari sepul dalam kondisi baik maka ada kemungkinan besar kiprok motor mati. Atau tahanan antar terminal kiprok dari sepul dan massa terhubung langsung atau menempel kabelnya.

Aki Cepat Soak
Terkadang ciri kiprok motor rusak yang lainnya adalah aki motor yang cepat soak. Kalau kondisi sepul dan suplai arus berjalan normal ada kemungkinan kiprok rusak atau mati dan tidak bisa digunakan.

Kiprok itu terkadang masih fungsi untuk mengecas aki motor akan tetapi saat kiprok itu sudah rusak akibatnya tidak bisa membatasi tegangan yang masuk ke sistem kelistrikan motor, sebagai acuan idealnya tegangan yang keluar dari kiprok pada motor yaitu ±15V tanpa ada beban.

Waspada memotong kabel kiprok, karena bisa jadi masih menyimpan arus listrik.

Apabila motor mengalami masalah seperti gejala-gejala di atas, segera bawa ke daeler resminya untuk pengecekan atau perbaikan agar motor kembali maksimal atau prima kembali.

Kiprok bermasalah akan menyebabkan ketidaknyamanan saat berkendara. Apalagi kalau sudah menyebabkan motor mati total. Oleh karena itu baiknya lakukan service secara berkala dan memeriksa tegangan aki. Sehingga kita dapat memantau kinerja kiprok motor.


(UDA)