Perlengkapan Berkendara

Apa sih Bedanya Snell, DOT dan ECE di Helm?

Ekawan Raharja    •    Kamis, 01 Jun 2017 09:17 WIB
perlengkapan berkendara
Apa <i>sih</i> Bedanya Snell, DOT dan ECE di Helm?
Foto rontgen kepala yang mengenakan helm. silodrome/thenewyorktimes/motorcyclistonline

Metrotvnews.com: Berencana beli helm baru untuk mudik lebaran nanti? Masih bingung dengan aneka rupa label sertifikasi standar keamanan yang ditempel di badan helm?

Bila diperhatikan seksama, selain stiker SNI yang merupakan kependekan Standart Nasional Indonesia juga ada Snell, DOT dan ECE R22-05. Tiga terakhir yang bahkan digrafir emboss di bagian belakang helm -baik helm untuk sepeda motor, bermobil dan kompetisi. Apa bedanya ketiganya?

Kita mulai dari persamaannya. Sama seperti SNI, semuanya adalah lembaga standarisasi yang memiliki wewenang mengukur kemampuan helm melindungi kepala pemakainya. Bila di badan helm terdapat logo -baik stiker atau grafif- artinya lulus ujian ketat lembaga yang bersangkutan.

Bagian yang diuji sebenarnya relatif sama, yaitu lapisan foam di balik kulit cangkang helm. Lapisan foam itulah yang bertugas menyerap efek benturan dan menyebarkan beban gaya grafitasi (g-force/G) agar tidak berdampak sangat serius terhadap kepala penggunanya.

Cara pengujian juga relatif sama. Helm diluncurkan di rel dengan kecepatan minimal 7 meter/detik menghantam tembok keras atau menghantamkan bola baja. Baik dari arah depan, samping dan belakang. Di bagian foam ditempelkan banyak sensor untuk mengetahui bagian mana yang menerima beban terbesar.



Perbedaan tipis ada dalam nilai ambang batas lulus yang menjadi parameter pengujian. Detailnya sebagai berikut:

DOT

Adalah akronim untuk Departemen of Tranportation (Kementerian Perhubungan), Amerika Serikat (AS). Standart DOT yang dikeluarkan pemerintah AS ukurannya adalah melindungi tengkorak hingga 90% terhadap dampak benturan dari semua arah.

Helm yang mendapat sertifikasi DOT artinya mampu menyerap benturan berkekuatan 250G. Ini sebenarnya sudah sangat tinggi sebab benturan yang bisa mengakibatkan cedera otak, kekuatannya sekitar 200G. Namun demikian ambang batas yang juga jadi acuan SNI ini masih di bawah Snell dan ECE R22-05.

Snell

Sertifikasi ini diberikan oleh The Snell Memorial Foundation, sebuah lembaga independen yang berdiri pada 1957 dengan fokus kepada standart fitur keamanan kendaraan bermotor. Snell diambil dari nama pembalap mobil William Pete Snell yang tewas dalam kecelakaan fatal akibat buruknya kualitas helmnya saat itu.

Snell M2005 adalah standar lama yang mensyarakatkan foam helm harus mampu menyerap gaya benturan hingga 300G. Benturan sekuat ini dapat mengakibatkan cedera kepala yang kritis. Namun para produsen berkeberatan karena ambang batas setinggi itu membuat harga jual helm terlalu tinggi. Snell akhirnya merevisinya menjadi 275G yang menjadi acuan sertifikasi Snell M2010 dan M2013.

ECE R22-05

Sertifikasi yang dikembangkan oleh United Nation (UN) Economic Commision for Europe (ECE) ini paling banyak diaplikasi di seluruh dunia. Setidaknya ada 50 negara menerapkan standarisasi yang juga diberlakukan dalam ajang balapan di bawah naungan FIM, AMA, WERA, CCS, FormulaUSA bahkan MotoGP.

Sama seperti DOT, fokus ECE R22-05 adalah kemampuan foam menyerap energi benturan. Ambang batas yang disyaratkan adalah gaya sebesar 275G. Helm terdapat logo ECE R22-05 dapat dipastikan lulus dalam ujian DOT dan Snell.



Perlu diperhatikan bahwa semua sertifikasi daya perlindungan tersebut tidak ada lagi manfaatnya bila helm tidak dikenakan dengan baik dan benar. Helm hanya dapat memberi perlindungan maksimal bila ukurannya pas kepala pengendara, dikenakan dengan tepat dan kunci pengaitnya dipasang dengan benar.


(LHE)