Tips Knowledge

4 'Dosa' Pengemudi saat Gunakan Lampu Hazard

Ekawan Raharja    •    Sabtu, 09 Dec 2017 13:04 WIB
tips knowledge
4 'Dosa' Pengemudi saat Gunakan Lampu Hazard
Banyak yang masih tidak paham fungsi lampu hazard. MTVN/Ekawan

Jakarta: Masih banyak yang salah paham dengan fitur lampu hazard. Padahal lampu ini digunakan sebagai penanda untuk keadaan darurat.

Hal tersebut tertulis dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, Pasal 121 ayat 1 yang menyatakan, ”Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan."

Tetapi masih ada saja pengemudi yang menggunakannya untuk keperluan lain. Setidaknya ada 4 kesalahan yang dilakuakn dalam penggunaan lampu hazard.

1. Saat Hujan
Saat curah hujan tinggi, banyak yang menyalakan lampu hazard. Efeknya berbahaya karena pengendara di belakang bisa saja salah sangka dan mengira mobil di depannya berhenti karena ada kondisi darurat. Jika berkendara di kondisi hujan, pengendara cukup menyalakan lampu utama.

2. Menggunakannya Di Persimpangan
Banyak pengemudi yang menghidupkan lampu hazard dipersimpangan untuk menandakan dia hentak lurus ke depan. Padahal tanpa menghidupkan lampu pun, pengemudi lain tahu bahwa mobil tersebut akan lurus ke depan.

3. Kondisi Berkabut
Di saat seperti ini, pengemudi tidak perlu menghidupkan lampu hazard. Cukup nyalakan lampu utama dan foglamps.

4. Masih Terowongan
Kondisi gelap di terowongan sebaiknya pengemudi menyalakan lampu utama. Jangan hidupkan lampu hazard karena bukan untuk peruntukannya.

Nah sudah tahu kan fungsi lampu hazard. Jadi mulai sekarang gunakan dengan bijak.


(UDA)