Tips Knowledge

Jarak Aman di Kondisi Macet, Tetap Wajib

M. Bagus Rachmanto    •    Jumat, 24 Nov 2017 11:08 WIB
tips knowledge
Jarak Aman di Kondisi Macet, Tetap Wajib
Ketahui jarak aman antar kendaraan di jalan macet. Dok. MTVN

Jakarta: Dalam kesehariannya masyarakat Jakarta harus menghadapi kemacetan yang sangat panjang. Faktor kelelahan bisa menajdi pemicu pengemudi tak konsentrasi dalam berkendara. Untuk itu pengemudi harus mengantisipasi segala hal selama kondisi macet, khususnya jarak aman ketika mobil 'parkir massal' di jalanan.

"Kasih jarak yang cukup dengan kendaraan di depan kita saat berhenti. Kalau pas tanjakan biasanya mobil manual akan mundur sedikit sebelum jalan, jarak ini mengamankan mobil kita agar tidak kena tabrak. Atau saat ada keadaan tidak aman, kendaraan kita masih memiliki jarak untuk bermanuver dan menghindari kondisi tidak aman," jelas Training Director The Real Driving Center, Marcell Kurniawan, kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Pria yang aktif di dunia safety driving ini menyarankan untuk memberikan jarak sekitar 1-1,5 meter saat berhenti. Jika kesulitan untuk mengukurnya, pengemudi bisa mengukurnya berdasarkan jarak pandang terhadap kendaraan di depannya.

"Kalau tinggi badan pengemudi 170 cm, pastikan ban kendaraan di depan anda kelihatan. Sedangkan jika tinggi anda sekitar 160-169 cm, maka pastikan bumper belakang anda kelihatan. Kalau diperkirakan, masih ada space 1 sampai 1,5 meter," lanjut Marcell.

Agar mobil tidak diselak oleh kendaraan dari samping karena jarak yang cukup lebar, maka selalu periksa kondisi dua mobil di depannya. Jika mobil tersebut sudah siap jalan, maka mobil harus siap jalan juga. Sehingga tidak terjadi jarak yang terpaut jauh saat mobil mulai berjalan.

"Jarak ini juga memberikan ruang untuk pengendara untuk bergerak. Berikan mereka ruang agar tidak menyerempet mobil anda juga ketika mereka sedang bermanuver," tutup guru safety driving itu.


(UDA)