Tips Knowledge

Pahami Etika Membunyikan Klakson di Jalan Raya

M. Bagus Rachmanto    •    Selasa, 05 Sep 2017 08:10 WIB
tips knowledge
Pahami Etika Membunyikan Klakson di Jalan Raya
Membunyikan klakson dengan baik sopan dalam berkendara. Kpluwonders

Metrotvnews.com, Jakarta: Dalam berkendara, membunyikan klakson merupakan salah satu cara pengguna sepeda motor atau mobil untuk berkomunikasi dengan pengendara lain. Tentu sebagai ‘mulut’ kondisinya harus dijaga.

Bunyikan klakson hanya pada saat-saat diperlukan, "Semisal ketika ada pengendara lain yang coba memotong jalur, sementara Anda sedang berada dalam kecepatan cukup tinggi," papar Instruktur Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, saat bebincang dengan Metrotvnews.com, di Tangerang, beberapa waktu lalu.

Bunyi klakson juga mengandung arti. Misalnya membunyikan klakson sekali dianggap sebagai sapaan seperti hai, halo, hei dan sejenisnya. Dibunyikan dua kali seperti panggilan untuk meminta perhatian.

Bukan tidak mungkin klakson pun bisa memancing emosi pengendara lain, seperti membunyikan klakson tanpa putus. Pengendara lain tidak senang diperlakukan seperti itu tentu akan kesal. “Ujung-ujungnya bisa bikin keributan, karena biasanya disertai kata-kata makian tuh,” kelakarnya.

Lalu dalam kondisi seperti apa klakson perlu digunakan? Pertama jika ada pengendara yang mau memotong jalur. Lalu kedua, ketika akan mendahului kendaraan entah itu mobil, bis, truk atau motor. Jangan gunakan klakson ketika melewati rumah ibadah dan dalam arus lalu lintas padat.

“Ketika arus padat ikuti saja, karena kalau bunyikan klakson terus justru membuat gaduh dan memancing emosi pengendara lain juga loh,” kata pria berkantor di Jatake, Tangerang ini.

Memang tidak ada larangan jika Anda mengganti klakson bawaan kendaraan dengan klakson aftermaket. Namun ada baiknya jika suara yang dihasilkan tidak terlalu kencang dan tetap bijak dalam penggunaannya, karena berkendara juga ada etikanya.


(UDA)