Tips Perawatan Kendaraan

Teknik Mengencangkan Busi

M. Bagus Rachmanto    •    Selasa, 05 Feb 2019 09:34 WIB
perawatan kendaraantips knowledge
Teknik Mengencangkan Busi
Kencangkan busi dengan ukuran yang pas agar tidak cepat rusak. Autorepairwesthaven

Jakarta: Peran busi pada mesin berbahan bakar bensin memang sangat vital, mengingat komponen inilah yang berfungsi untuk memercikkan bunga api di sistem pengapian, yang diperlukan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang telah dikompresi. Jika ada yang tidak beres dengan pengapian akibat busi mati, dijamin mesin mobil atau motor Anda bakal bermasalah.

Untuk itu penting merawat dan menjaga kondisi busi selalu prima. Terlebih komponen fast moving ini harus sering diganti karena memiliki usia pakai yang tidak lama. Minim perawatan, dan salah prosedur pemasangan disebut sebagai faktor paling dominan yang bisa memperpendek usia pakai busi. 

Aftermarket Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano dalam keterangan tertulisnya mengatakan, pemasangan busi harus dilakukan dengan tepat. Tidak boleh terlalu kendur atau terlalu kencang.

Lebih lanjut Diko menjelaskan, pemasangan yang terlalu kendur dapat menyebabkan busi rusak, bahkan bisa terlepas dari cylinder head. Salain itu kompresi mesin akan bocor karena adanya celah yang timbul diantara busi dan cylinder head, dan meningkatkan risiko overheat akibat perpindahan panas yang tidak sempurna yang diterima oleh busi. 



Sedangkan busi yang dipasang terlalu kencang akan menyebabkan metal shell mengalami stress, akibat tekanan torsi yang berlebih sehingga busi akan mengalami patah pada bagian ulirnya. Jika terjadi hal seperti ini, maka sebagian patahan busi akan tertinggal di dalam cylinder head. Artinya kerusakan bakal merembet ke komponen lainnya dan bikin tambah repot.

Untuk menghindari hal tersebut, kata Diko, proses pengencangan busi harus dilakukan dengan
pengaturan torsi yang sesuai. Busi memiliki ukuran hexagon yang berbeda, sehingga nilai torsi yang dibutuhkan juga berbeda. Cara yang paling mudah adalah menggunakan kunci torsi yang disesuaikan nilainya sebelum proses pengencangan. 

"Saat mau pasang, jangan langsung menggunakan kunci busi. Awali memasang dengan tangan lebih dulu. Kemudian kencangkan sesuai dengan torsi yang direkomendasikan. Biar tidak tergelincir saat mengencangkan, saya sarankan pakai kunci pas tipe hex yang tidak akan tergelincir saat dipakai,” kata Diko.


(UDA)