Safety Driving

Bahaya Microsleep ketika Mengemudi

Ekawan Raharja    •    Minggu, 28 Oct 2018 13:02 WIB
safety driving
Bahaya <i>Microsleep</i> ketika Mengemudi
Pengemudi harus konsentrasi penuh selama perjalanan. Medcom.id/Ekawan Raharja

Jakarta: Pernahkah Anda tertidur sejenak tanpa disadari. Ketika terbangun tiba-tiba dan langsung tersentak? Kalau iya bisa jadi anda sedang mengalami microsleep.

Tidak masalah jika mengalami microsleep ketika di rumah sedang menonton televisi. Namun beda hal jika sedang mengemudi yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Dikutip dari situs resmi Hyundai, penelitian organisasi keselamatan jalan raya di Amerika Serikat, AAA Foundation, menunjukan sekitar 16,5 persen kecelakaan fatal mobil diakibatkan dari pengemudi yang mengantuk. Sudah jelas saat pengemudi mengantuk akan mengurangi reaksi, kewaspadaan, dan keputusan yang diambil.

Parahnya lagi, dari penelitan Universitas Queensland di Australia, pengemudi yang mengalami microsleep enggan untuk menepi dan beristirahat. Padahal semakin parah durasi dan berulang kali terjadinya microsleep saat mengemudi, semakin besar risiko kecelakaan.

Makanya dianjurkan batas durasi mengemudi itu empat jam. Setelah itu disarankan untuk beristirahat. Sejumlah mobil modern bahkan sudah menyertakan fitur pengingat agar pengemudi beristirahat ketika melewati batas waktu mengemudi yang ditentukan.

Selain itu, banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghindari microsleep saat mengemudi. Misalnya dengan menepi dan beristirahat sejenak (power nap), istirahat yang cukup sebelum mengemudi, mendengarkan musik yang bisa membangkitkan semangat, mengkonsumsi kafein (kopi), dan mengajak rekan untuk menemani atau menjadi sopir pengganti saat perjalanan jauh.


(UDA)