Tips Knowledge

Begini Cara Kerja Anti-lock Braking System

M. Bagus Rachmanto    •    Rabu, 19 Apr 2017 17:08 WIB
tips knowledge
Begini Cara Kerja <i>Anti-lock Braking System</i>
Saat ban terkunci dan slip maka ECU memerintah ABS untuk bekerja. Istimewa

Metrotvnews.com, Jakarta: Pada umumnya fitur anti-lock braking system (ABS) sudah menjadi kelengkapan standar mobil keluaran terbaru. Namun nyatanya masih banyak yang belum memahami fitur keselamatan ini.

Product Knowledge Planning Division PT Toyota-Astra Motor (TAM), Gandhi Ahimsa Putra, menjelaskan ABS merupakan pengembangan teknologi di sektor pengereman. Fitur ini dikontrol melalui engine control unit (ECU).

"Fitur ini mencegah rem terkunci saat ban slip, sehingga mobil masih bisa dikendalikan dan dibelokan," jelas Gandhi kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dia juga menjelaskan bahwa ABS berfungsi saat rem diinjak secara penuh. Namun ABS baru akan bekerja saat ban mobil kehilangan traksi karena ban terkunci dan slip.

"Saat ban kehilangan traksi dan mobil tetap bergerak, ECU akan membaca dan memerintah ABS untuk bekerja," tambahnya.

Saat ban terkunci dan slip, maka ECU memerintah ABS untuk bekerja. Nantinya ABS akan membuat master rem bekerja dengan cara melepas dan mencengkram cakram secara cepat. Sehingga ban mobil tidak slip, tidak kehilangan traksi, dan mobil dapat dibelokan.

Kemudian efek saat ABS bekerja, pedal rem akan terasa bergetar. Kemudian akan muncul juga suara 'gemeretak' atau bergetar. Banyak yang mengira saat pedal bergetar dan suara gemeretak adalah efek terjadi kerusakan di komponen tertentu mobil. Padahal itu pertanda ABS bekerja. Tanda-tanda tersebut memang dihadirkan karena ABS memang harus dirasakan.

"ABS akan terasa efeknya jika mobil slip dan kemudian mobil dibelokkan. Kalau injak pedal rem maksimal di jalanan lurus, maka esensi dari ABS tidak ada."


(UDA)