Tips Knowledge

Teknik Mudah Berkendara Eco Driving

M. Bagus Rachmanto    •    Rabu, 10 Jan 2018 08:09 WIB
tips knowledge
Teknik Mudah Berkendara <i>Eco Driving</i>
Teknik eco driving patut untuk diterapkan untuk mencapai konsumsi bahan bakar paling efisien dan ramah lingkungan. Dok. MTVN

Jakarta: Saat berkendara, cara mengemudi salah satu faktor yang menentukan tingkat efisiensi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) terhadap kendaraan. Ujung-ujungnya berefek ke emisi gas buang. Untuk mencapai efisiensi bahan bakar terbaik dan minim emisi gas buang, pengemudi patut untuk mengaplikasikan teknik eco driving.

Teknik itu merupakan mengemudi dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip dasar safety driving. Tujuan utama dari teknik ini adalah berkendara dengan efisien, hemat bahan bakar, dan mengurangi polusi yang dihasilkan oleh mobil kesayangan Anda.

Ada beberapa teknik dasar dalam eco driving. Berikut ini tekniknya seperti dilansir dari situs resmi Daihatsu.

1. Ganti Gigi
Jangan tunggu mesin meraung saat memindahkan perseneling mobil ke posisi yang lebih tinggi. Idealnya, mengganti perseneling dilakukan sebelum 2.500 RPM untuk mesin bensin dan 2.000 RPM untuk mesin diesel.
 
2. Kecepatan
Usahakan untuk mempertahankan kecepatan secara konstan atau stabil. Biasanya, pengemudi bisa mempertahankan putaran mesin di bawah 2.000 RPM untuk mencapai konsumsi bahan bakar paling efisien. Perlu diingat, setiap mesin memiliki konsumsi bahan bakar yang berbeda. Mesin 1.000 cc akan berbeda dengan mesin 3.000 cc di kecepatan yang sama.

3. Smooth Driving
Hindari pengereman dan akselerasi yang tidak perlu. Kalaupun terjebak di tengah kemacetan, berkendaralah dengan lembut. Injak pedal gas dan rem secara halus. Hindari berkendara dengan terburu-buru dan dadakan.

4. Tikungan
Saat menikung, tidak perlu melakukan akselerasi. Cukup memanfaatkan tenaga sisa sebelum berbelok. Ketika sudah berbelok, baru diinjak pedal gas seperlunya.

5. Tanjakan & Turunan
Pengemudi perlu menjaga kecepatan secara konstan dan putaran mesin tidak terlalu tinggi di kondisi jalanan menanjak dan turunan. Cara ini untuk menjaga kinerja mesin agar tidak bekerja terlalu keras saat menanjak ataupun turunan.


(UDA)