Tips Mudik Aman

Lewat Tol Fungsional, Persiapan Wajib Optimal

M. Bagus Rachmanto    •    Minggu, 18 Jun 2017 08:17 WIB
mudik lebaran 2017
Lewat Tol Fungsional, Persiapan Wajib Optimal
Jalur tol fungsional Brebes Timur-Pemalang yang naik turun di Tarub, Tegal, Jawa Tengah, Jumat (16/6). Kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah.

Metrotvnews.com: Belakangan ini frasa Jalur Tol Fungsional (JTF) sering muncul di media massa. Terutama di berita-berita mengenai persiapan infrastruktur jalan tol dan jalan alternatif untuk kepentingan arus mudik lebaran 2017 di jalur utara Pulau Jawa.

Apa sih JTF itu? Sesuai namanya, JTF adalah sebagian ruas dari sebuah proyek pembangunan yang sudah bisa dilalui kendaraan. Perannya dalam mudik lebaran adalah sebagai jalur alternatif untuk memecah kepadatan lalu lintas terutama di jalur selepas Brebes hingga Semarang.

Masalahnya meski fungsi dasarnya sebagai jalan sudah terpenuhi, tapi sebenarnya proyek yang bersangkutan belum sepenuhnya selesai. Berbagai fasilitas penting seperti lampu penerangan pagar pembatas dan rambu-rambu belum semuanya ada. Bahkan sebagian badan jalan mungkin belum diaspal atau dicor beton.

Mengingat segala keterbatasan JTF yang akan dibuka per 19 Juni 2017, dalam perjalanan mudik lebaran nanti persiapan kendaraan harus lebih optimal. Contohnya saja fasilitas SPBU yang belum tentu ada dan bila ada pun bersifat temporer dengan stoknya pun terbatas. Maka pastikan tanki bahan bakar penuh.

Kondisi mobil pastikan prima. Terutama lampu mengingat lampu penerangan jalan yang mungkin kurang dan pagar pengaman belum semuanya terpasang. Selain itu ban serep dan perlengkapan mengganti ban termasuk segitiga pengaman wajib ada serta mudah ditemukan. Bila perlu bawa juga kabel jumper dan air radiator, karena pasti bengkel terdekat pun sangat jauh jaraknya.    

baca juga: Aneka Persiapan Jelang Arus Mudik Lebaran

Waskita Toll Road di dalam keterangannya menyebutkan bahwa JTF mulai exit tol Brebes hingga Gringsing panjangnya 105 kilometer. Di jalan sepanjang itu hanya ada delapan rest area temporer dan kapasitasnya sangat terbatas. Bisa dipastikan semua akan sangat padat ketika mendekati saat sahur dan berbuka puasa.

Jangan memaksakan untuk masuk bila tahu rest area sudah penuh. Melanjutkan perjalanan ke rest area selanjutnya adalah pilihan terbaik, meski bisa saja akan sama saja kondisinya. Maka bawalah bekal makanan dan minuman yang cukup untuk sahur dan berbuka puasa di tengah jalan.

Jangan lupa bawa obat-obatan yang diperlukan. Bila dalam perjalanan nanti Anda bersama bayi atau orang tua yang sudah jompo, tidak ada salahnya memasukan tisu basah dan pampers ke dalam daftar wajib barang bawaan. Keduanya amat fital ketika di tengah antian kemacetan jalan mendadak membutuhkan toilet.

Perangkat tidak kalah penting adalah bawalah power bank dan charger yang bisa dicolok ke soket mobil. Keduanya perlu agar Anda tetap bisa mengakses Wase dan Google Map melalui gadget untuk mengetahui posisi kendaraan dan arah yang hendak dituju.

Selamat mudik.

 


(LHE)