Tips Mudik Aman

Cek Kondisi Motor Agar Laik Jalan saat Mudik (Bag.2)

M. Bagus Rachmanto    •    Senin, 05 Jun 2017 09:36 WIB
tips mudik
Cek Kondisi Motor Agar Laik Jalan saat Mudik (Bag.2)
Mudik pakai sepeda motor idealnya hanya ditumpangi dua orang, dan jangan membawa barang muatan berlebihan. Dok. MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Alasan keselamatan, itulah mengapa pemerintah melarang mudik menggunakan kendaraan roda dua atau sepeda motor. Karena setiap tahunnya pemudik sepeda motor disebut menyumbang korban terbanyak di jalanan, dan yang menjadi penyebab kecelakaan adalah kelelahan atau mengantuk.

Meski begitu, bagi sebagian orang yang ingn tetap melakukan mudik menggunakan sepeda motor, ada baiknya jika mempersiapkan kondisi fisik dan kondisi motor yang prima, guna mengantisipasi dan meminimalisir keceakaan di jalan.

Hal paling penting menurut instruktur Safety Institute Indonesia, Dhany Ekasaputra, mudik menggunakan sepeda motor adalah soal ketertiban dan kondisi fisik kendaraan. Sepeda motor idealnya hanya ditumpangi dua orang, dan jangan membawa barang muatan berlebihan. Pemudik harus mengetahui hal itu.

Kemudian mengenai limit stamina, bagi pemudik motor berkisar 2-3 jam perjalanan. Setelah melakukan perjalanan konstan selama 2-3 jam, pemudik harus beristirahat untuk memulihkan stamina. "Beristirahatlah setiap dua jam sekali selama perjalanan selama 10-15 menit untuk menyegarkan energi."

Terlepas dari persiapan kondisi fisik, penting juga menjaga kondisi sepeda motor. Bicara masalah persiapan kodisi motor, perlakuan motor keluaran tahun lama dan baru tiak jauh berbeda.

Tapi tunggu dulu, dan jangan terlalu percaya diri. dari sekian banyak motor baru, beberapa di antaranya juga memiliki bagian yang cacat. Agar tidak terjadi masalah saat mudik nanti, penting memastikan motor yang dibeli tidak mengalami masalah.

Ada hal-hal mendasar dan jadi tambahan yang patut diketahui konsumen pada motor baru yang ia beli. Sebelum digunakan untuk mudik lebaran. Hal ini penting bukan hanya untuk mencegah terjadinya masalah ketika perjalanan mudik, namun juga agar pemudik tahu perlakuan penting pada motor baru.

Hal pertama adalah ambang batas emisi gas buang. Ada dua cara ambang batas emisi gas buang pada motor, yaitu ketika sedang idle dan berjalan. Ketika mesin dalam keadaan idle (menyala tapi tidak berjalan), emisi gas buang harus memenuhi standar Euro2. Yaitu kadar CO maksimal 5,5 g/km, HC 1,2 g/km dan NOx 0,3 g/km yang dirata-rata sebesar 4,5 persen. Aturan ini terdapat dalam peraturan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup no. 4 tahun 2009.

Kemudian ketika motor berjalan prosentase kadar CO maksimal 4,5 g/km dan HC sebesar 2000 ppm. Aturan ini terdapat dalam regulasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup no. 5 tahun 2006. Sementara batas kebisingan diatur dalam Permen LH no. 7 tahun 2009, yaitu 77 dB(A) untuk motor 80 cc kebawah, 83 dB(A) untuk motor 80 cc - 175 cc dan 80 dB(A) untuk motor 175 cc ke atas.

Hal kedua adalah efisiensi rem utama, diklaim wajib memiliki 60 persen dari gaya kendali yang lebih kecil dari 500 Newton (50 kg). Kemudian suara klakson yang di atur antara 90 dB(A) hingga 118 dB (A). Selanjutnya adalah kedalaman alur ban yang wajib memiliki sertifikasi SNI. Minimal kedalaman alur adalah 1 mm.

Hal lain yang juga cukup penting adalah kemampuan pancar cahaya lampu utama dan akurasi spidometer. Sehingga calon pengendara nantinya bisa lebih aman ketika berada diperjalanan menuju ke kampung halaman.


(UDA)