Tips Knowledge

Waspadai Penyebab Kerusakan ECU Mercedez-Benz C200 1997

M. Bagus Rachmanto    •    Kamis, 27 Jul 2017 08:57 WIB
tips knowledge
Waspadai Penyebab Kerusakan ECU Mercedez-Benz C200 1997
Contoh komponen ECU/PMS Mercedes-Benz. Ebay

Metrotvnews.com, Jakarta: Merawat kendaraan sebaiknya tidak dilakukan sembarangan, terutama untuk hal-hal teknis seperti sistem kelistrikan dan lain sebagainya. Harus dilakukan oleh orang yang ahli dan benar-benar mengerti serta paham tentang mobil. Salah-salah malah bisa bikin kantong jadi tekor.

Lantaran jika salah melakukan penanganan, dikhawatirkan bakal menyebabkan kerusakan lebih banyak. Baik pada sistem mekanis di mesin atau komponen mobil Anda.

Kejadian ini dialami Ade, mobil Mercedez-Benz C200 tipe Classic keluaran 1997 miliknya mengalami kerusakan di bagian engine control unit (ECU) atau PMS. Menurutnya, awal kerusakan terjadi setelah Ia selesai memperbaiki AC mobil di bengkel khusus AC. Sesampainya di rumah, mobil tiba-tiba mati tidak mau hidup sama sekali.

Kemudian untuk memperbaiki mobil dibawa ke bengkel khusus Mercedez-Benz. Setelah didiagnosa menggunakan komputer, diketahui kerusakan berasal dari AC.

Sang mekanik bengkel menjelaskan, bahwa kerusakan terjadi karena tukang AC melakukan kesalahan dengan menjamper atau menyambung langsung kabel kelistrikan untuk menghidupkan kompresor AC. Ini yang menyebabkan shortcut/korslet sehingga merusak ECU/PMS.

Untuk mengganti komponen ECU/PMS Mercedez milik Ade, harga barunya mencapai Rp48 juta, ini diketahui setelah dirinya mengecek di salah satu toko di kawasan Atrium.

Dengan harga ECU/PMS yang terbilang mahal, maka Ade mencari info untuk mengganti komponen tersebut dengan barang copotan alias bekas. Hasilnya ditemukan ECU/PMS copotan yang kondisinya masih bagus seharga Rp13 juta, dan setelah dipasang mobilnya hidup kembali.

Menurut keterangan bengkel spesialis Mercedes-Benz yang menangani mobil Ade, ECU/PMS merupakan komponen elektronik yang tidak bisa diprediksi usia pakainya. Namun menurutnya, jangan memilih bengkel secara sembarangan dan harus ditangani ahlinya kalau tak mau kejadian seperti ini.

Berkaca dari pengalaman Ade, sebaiknya berhati-hati dan tidak sembarangan memperbaiki mobil. Cari bengkel yang sudah Anda kenal, atau bengkel yang sudah direkomendasikan dan terjamin kualitasnya, sehingga tidak salah dalam mendiagnosa dan penangananya.


(UDA)