Tips Mobil

Ganti Ban, Tak Perlu Menunggu Kondisinya Rusak

Ekawan Raharja    •    Selasa, 30 May 2017 07:26 WIB
tips mobil
Ganti Ban, Tak Perlu Menunggu Kondisinya Rusak
Jangan tunggu ban botak atau rusak untuk diganti. MTVN/Ekawan Raharja

Metrotvnews.com, Jakarta: Mudik dengan menggunakan mobil pribadi masih menjadi pilihan banyak kalangan. Salah satu hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukan perjalanan jauh adalah memeriksa kondisi ban.

Senior Instruktur Indonesia Road Safety (IRSA), Poedyo Santosa, menjelaskan bahwa melihat kondisi ban tidak melulu harus menunggu bannya rusak. Pemilik mobil bisa melihat indikator Tread Wear Indicator (TWI) sebagi acuan kondisi ban.

"Kalau melihat kondisi ban, jangan tunggu sampai benang-benangnya keluar atau benjol. Pemilik mobil bisa melihat kondisi ban dengan mengacu kepada TWI," ungkap Poedyo di Aston Suite Kuningan Jakarta.

TWI adalah indikator untuk melihat kondisi ban apakah mengalami kebotakan tapak atau belum. Tanda ini ditempatkan di dinding ban (sidewall) mendekati dasar tapak ban. Bentuknya segitiga kecil, tipis, dan terletak di antara alur telapak ban.

Apabila tanda TWI sudah menyentuh tapak ban, maka ban sudah harus diganti. Jadi ban tidak harus menunggu botak atau benjol untuk diganti dengan yang baru.

Selain melihat TWI, pria energik ini juga mengingatkan mengenai tekanan angin ban. Disebutkan pemilik mobil paling jarang memeriksa tekanan angin, dan dan efeknya ban akan cepat rusak.

"Kalau kondisi ban macam-macam. Kalau tekanan anginnya kurang, suka makan bagian kanan dan kiri, makan tengahnya, atau cuma makan sebelah. Maka akan berpengaruh kepada spooring dan balancingnya," tambah praktisi safety driving ini.

Dia menambahkan bahwa kembangan sudah habis, meski hanya sebagian, harus juga diganti. Efeknya akan terasa saat jalanan basah, maka pembuangan airnya tidak bagus, membuat grip ban berkurang.

"Mobil itu yang menapak di jalan hanya seukuran kartu pos, jadi perlu dijaga gripnya," tambah Poedyo.

Tentu kondisi mudik yang masih lama bisa dimanfaatkan untuk mengganti ban yang sudah tidak layak pakai dengan ban baru. Terlebih jika menjelang mudik, bisanya produsen ban menggelar promo untuk pembelian ban.

Seperti contoh Goodyear yang menggelar program trade-in ban lama dengan ban baru. Program ini mulai berlaku pada 3-18 Juni 2017.

"Ukuran ban 14 dan 15 inci, pengguna mobil akan mendapatkan diskon pembelian Rp50 ribu per unit ban. Sementara ukuran 16 ke atas mendapat diskon Rp100 ribu per unit ban. Kita menerima semua merek ban, dan program trade in berlaku untuk semua produk Goodyear," ucap Manager Produk dan Trade Marketing Goodyear Indonesia, Arfianti Puspitarini, melalui keterangan resminya.


(UDA)