Cegah Kecelakaan Akibat Pecah Ban saat Kecepatan Tinggi

M. Bagus Rachmanto    •    Senin, 23 Jan 2017 09:55 WIB
tips dan trik teknologi
Cegah Kecelakaan Akibat Pecah Ban saat Kecepatan Tinggi
Ban pecah saat melajut kencang, jangan refleks injak rem. Auto-square

Metrotvnews.com, Jakarta: Kecelakaan yang terjadi di jalan raya akibat pecah ban bisa dicegah. Menurut Sony Susmana, selaku Direktur dari Safety Defensive Driving Indonesia, kecelakaan bisa dihindari andai mobil berada di kecepatan 55 kilometer per jam saat pecah ban.

"Pecah ban depan dengan kecepatan melebihi 55 kilometer per jam paling susah dikendalikan. Mobil bisa terbalik saat ban pecah. Biasanya karena pengemudi kaget dan rem mendadak," kata Sony.

"Ketika rem ditekan, bobot mobil akan cenderung pindah ke depan dan setir semakin narik ke arah ban pecah. Begitu pengemudi sadar kesalahannya, rem langsung dilepas dan mobilnya terbalik. Ketika ban depan pecah, upayakan lepas kopling, rem, dan gas. Modalnya hanya counter steering saja. Misal pecah ban kiri, setir berat ke kiri,. Jadi sebaiknya Anda counter ke kanan," bebernya.

Namun situasinya relatif lebih mudah untuk dikendalikan jika ban belakang yang pecah. Malah Anda tidak akan merasakan ban belakang pecah walau mobil lagi penuh penumpang.

"Jika ban pecah. sebaiknya counter steering. Setelah itu, menepikan kendaraan di tempat aman lalu mengganti ban," tambah Rifat Sungkar, pereli nasional yang sudah berlaga di ajang reli dunia seperti Rally of America dan juga WRC.

Sementara itu, ada teknik-teknik tertentu jika pecah ban pada kecepatan tinggi di atas 55 kilometer per jam. Namun hanya bisa dilakukan oleh pengemudi yang sudah andal. 

"Untuk menyeimbangkan kendaraan supaya bobot tetap rata hingga ban yang kempes tidak dibebani terlalu berat, gas harus dikurangi perlahan, jangan mendadak. Tidak semua orang bisa melakukan itu," tutup Rifat.


(HIL)