Tips Knowledge

Efektifitas Fitur Defogger Saat Musim Hujan

M. Bagus Rachmanto    •    Rabu, 15 Nov 2017 08:57 WIB
tips knowledge
Efektifitas Fitur <i>Defogger</i> Saat Musim Hujan
Defogger membantu untuk mengusir embun di kaca mobil. Yourmechanic

Metrotvnews.com, Jakarta: Saat musim hujan, suhu lingkungan bisa menjadi lebih rendah. Hal ini menimbulkan embun/kondensasi air di kaca depan atau belakang. Bagi pemilik mobil keluaran teranyar yang telah dilengkapi dengan defogger, dapat memanfaatkan fitur ini untuk mengusir embun di kaca mobil, terutama saat musim hujan.

Hampir semua mobil modern memanfaatkan udara yang dihembuskan dari ventilasi di bagian dashboard untuk menghilangkan embun di kaca depan. Bisa dengan menggunakan kipas yang juga digunakan untuk pengatur suhu kabin mobil.

Sedangkan model elektrik banyak dimanfaatkan di bagian kaca belakang. Garis-garis di kaca belakang mobil adalah defogger elektrik yang akan menghantarkan energi listrik/panas. Dengan begitu embun hilang.

Defogger akan sangat membantu. Terlebih mobil sedan yang tak memiliki wiper kaca belakang. Fitur ini pun tak perlu perawatan khusus. Cukup menjaga agar jangan sampai ada garis cokelat yang terputus.

Simbol defogger untuk kaca depan adalah seperti seperempat lingkaran dengan simbol tanda panah berbelok dari bawah. Sedangkan defogger untuk kaca belakang berbentuk kotak dengan tanpa panah berbelok dari bawah.

"Saat cuaca hujan kita cenderung melihat spion dalam, untuk melihat kondisi kendaraan di belakang, di sinilah efektifnya dofogger belakang," Jelas Deki Arjuna, Marketing Comunication bengkel mobil 1Station, kepada MEtrotvnews.com, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ketika defogger bekerja optimal, maka pandangan kita ke belakang juga akan lebih optimal dan akan berpengaruh terhadap filing kita saat melakukan pengereman.

"Feeling kita pasti akan berbeda di saat kondisi cuaca hujan dan kering. Di kondisi hujan memerlukan banyak faktor pendukung seperti penggunaan wiper depan/belakang dan defogger, agar bisa memperjelas pandangan, karena jika melakukan pengereman mendadak tanpa melihat ke belakang akan berbahaya, takutnya, saat kita melakukan pengereman mendadak, kendaraan di belakang tidak siap dan kaget,” tutup Deki.


(UDA)