Livestreaming

Bikers Wajib Ukur Ketinggian Air saat Terobos Banjir

M. Bagus Rachmanto    •    Rabu, 31 Aug 2016 17:23 WIB
tips motor
<i>Bikers</i> Wajib Ukur Ketinggian Air saat Terobos Banjir
Pastikan ketinggian air tidak melebihi 30 cm saat sepeda motor menerobos banjir. Dok MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Wilayah Jabodetabek yang beberapa hari terakhir diguyur hujan deras, mengakibatkan banjir di beberapa ruas jalan utama. Tak sedikit pengendara sepeda motor yang harus berhadapan dengan banjir. Bahkan beberapa di antara mereka nekat menerobos hingga menyebabkan motornya mogok.

Agar tidak mogok saat menerobos banjir, ada beberapa hal penting yang harus dipahami. Menurut Yosie, mekanik sekaligus pemilik bengkel motor Bangbrand di bilangan Bekasi Timur, Jawa Barat, ada tiga penyebab motor mati dan mogok akibat menerobos banjir.

“Pertama ialah cop busi atau biasa disebut cangklong busi, kemasukan air. Komponen ini biasanya sudah tidak layak atau aus, dan tidak kedap air lagi yang menyebabkan ada kebocoran setrum dari koil. Sehingga jika terkena cipratan akan mati,” kata Yosie.

“Kedua ialah karburator atau injeksi kemasukan air, kondisi ini memastikan mesin motor bakal langsung mati. Kemudian yang ketiga adalah filter udara yang terkena air, ini mengakibatkan terganggunya sistem penyaringan udara ke karburator atau injeksi. Untuk motor jenis matic dan bebek, dengan  ketinggian air 50 sentimeter sudah sangat beresiko untuk menerobosnya,” tutup Yosie.

Untuk itu Yosie menyarankan, bagi sepeda motor agar tidak menerobos banjir yang melebihi ketinggian air 30 cm. Karena penting juga mempertimbangkan cipratan dari gelombang air dari kendaraan lain. Melebihi ketinggian tersebut, maka akan sangat riskan motor Anda mengalami mati mesin di jalan.


(UDA)