Safety Driving

Bagaimana Menyelamatkan Diri dari Mobil Tenggelam?

   •    Sabtu, 01 Dec 2018 08:08 WIB
banjiroffroadadventure offroadbanjir rob
Bagaimana Menyelamatkan Diri dari Mobil Tenggelam?
Mobil double cabin yang ditumpangi pejabat Pemkab Mamuju terseret arus saat mencoba menerobos sungai kecil yang sedang banjir. foto YouTube

Jakarta: Kasus yang terjadi di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, pada akhir pekan lalu adalah contohnya. Mobil double cabin yang ditumpangi pejabat setempat itu terseret arus hingga seratusan meter jauhnya ketika mencoba menyeberangi sungai yang sedang banjir.

Berkendara secara aman di medan offroad membutuhkan perlakuan berbeda dibanding jalan raya. Prosedur yang aman boleh jadi bertolak belakang, di antaranya adalah tentang kaca cendela.

"Buka kaca pintu. Kalau nggak air masuk, buka saja 1/4-nya. Pokoknya jangan tertutup rapat," ujar jawab Reza Hari Putra, instruktur 4x4 safety driving.


Membuka kaca merupakan bagian dari safety. Bila sampai terjadi musibah seperti tenggelam atau terseret arus, melalui kaca yang terbuka itulah pengemudi dan para penumpangnya bisa keluar meloloskan diri.

Kaca yang dibuka sebagian memang terlalu sempit untuk dilalui tubuh manusia ketika mobil tenggelam. Tetapi celah antara kaca dan pilar pintu cukup dijadikan titik tumpuan bagi tangan untuk menarik kaca hingga pecah dan meloloskan diri.

"Tarik sedikit pasti kaca akan pecah karena terdorong gaya tekan air. Ingat ya, ditarik ke dalam. Salah kalau didorong atau tendang ke luar, sebab berlawanan dengan gaya tekan air dan kita pasti kalah," paparnya.



Memecahkan kaca menjadi opsi jalan keluar satu-satunya jika sebelumnya cendela tidak dibuka penuh. Di saat mobil tenggelam dan air masuk membanjiri kabin, mekanisme power window otomatis rusak karena terendam.

Bahkan mekanisme kaca dengan poros engkol perlu usaha lebih keras karena tertahan air dan bisa macet. Sementara membuka pintu akan sia-sia karena gaya tekan air dari sisi luar jauh lebih besar.

baca juga: Cara baik & benar menerobos sungai yang banjir

Offroader anggota komunitas Jurnalis 4x4 ini tegaskan bahwa menyeberangi sungai yang sedang banjir dan berarus deras adalah langkah nekat terakhir. Bila tak ada jalur memutar yang lebih aman, sebaiknya bersabar menunggu air surut.

Tetapi bila memang harus dilakukan, perhatikan benar tanda-tanda alam sebelum mobil terjun ke sungai. Jangan sampai ketika masih berada di tengah sungai tiba-tiba datang air bah dan tak jarang membawa batu-batu besar dan batang pohon yang bisa menghantam mobil.

Gejala atau tanda-tanda alam yang bisa menjadi acuan akan terjadinya banjir bandhang antara lain adalah;
  • mendung tebal di atas pegunungan terdekat yang menandakan sedang terjadi hujan deras atau badai di kawasan hulu sungai
  • tinggi permukaan air yang meningkat signifikan tanda bertambahnnya debit air
  • warna air lebih coklat kemerahan tanda dasar sungai teraduk dan terseret air bah
  • suara bergemuruh tanda datangnya air bah
"Lebih baik back track atau bersabar menunggu. Alam terlalu kuat untuk dilawan," saran Reza yang ditemui di sela Munas Indonesia Offroad Federatioan (IOF), Minggu (25/11/2018).

 


(LHE)