NEWSTICKER

Komnas HAM Minta KPI Koorperatif dalam Pengusutan Kasus Pelecehan Seksual

30 November 2021 19:41

Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM), Selasa (30/11/2021), akhirnya mengeluarkan rekomendasi atas kasus dugaan perundungan dan pelecehan seksual yang dialami MS, pegawai KPI Pusat. Komnas HAM menemukan dugaan pelanggaran HAM terhadap MS berupa tindak pembiaran oleh pimpinan KPI Pusat. 

Di dalam rekomendasi Komnas HAM bahwa KPI gagal menciptakan jaminan lingkungan kerja yang sehat, nyaman dan aman dari tindak perundungan dan pelecehan seksual. Kerenanya Komnas HAM meminta KPI agar;

  1. Mendesak agar KPI Pusat kooperatif dengan kepolisian dalam proses hukum.
  2. Menjatuhkan sanksi internal yang tegas kepada para pelaku.
  3. Membuat pedoman pelaksanaan dan mekanisme pemantauan dalam pemulihan korban.

Kasus yang mengejutkan ini mencuat setelah MS menulis surat terbuka yang kemudian viral di media sosial pada 1 September 2021. Di dalam surat itu MS menyebut bahwa perundungan pertama yang menimpanya di KPI terjadi pada 2012 dan tiga tahun kemudian mendapatkan perlakukan tidak senonoh dari lima orang rekan kerjanya di kantor KPI. 

Dua kasus ini telah dilaporkan kepada atasan dan pada 2019 kemudian ke Polsek Gambir, tapi tidak ada tindak lanjutnya. Kasus ini juga sudah MS laporkan kepada Komnas HAM pada 2017. 

Setelah surat terbuka itu viral, KPI menonaktifkan delapan orang terduga pelaku pelecehan seksual dan perundungan terhadap MS. Lima di antaranya telah diperiksa Polres Jakpus dan Propam Mabes Polri menyelidiki dugaan pembiaran laporan. Sedangkan Komnas HAM fokus kepada dugaan pembiaran oleh KPI dan Polri atas laporan pelecehan dan perundungan ini.