NEWSTICKER

Smart Operation: Optimalisasi Teknologi 4.0 untuk Industri Pertambangan yang Berkelanjutan (2)

28 September 2022 16:44

MIND ID berkomitmen melakukan pemerataan penerapan Smart Mining atau optimalisasi teknologi 4.0 pada semua anggota holding. Namun demikian, MIND ID memahami tidak bisa dilakukan secara serta-merta untuk semua anggota.

Era revolusi industri dalam dunia pertambangan dinilai sangat berpotensi untuk turut memajukan sektor pertambangan dalam negeri. Berbicara mengenai pertambangan di Indonesia, mungkin saat ini yang terlintas adalah bagaimana strategi dan peran pemerintah maupun pelaku industri terkait untuk bisa berkomitmen dalam melaksanakan pilar berkelanjutan.

Penerapan pun telah dilakukan oleh sejumlah anggota holding. Pertama, Freeport menerapkan teknologi 5G di area tambang. Kedua, ANTAM sudah memaksimalkan artificial intelligence (AI) untuk menganalisa core photo pada proses eksplorasi. Ketiga, Timah sudah melakukan penambahan Sistem IoT pada kapal isap produksi untuk monitoring dan evaluasi parameter operational penambangan KIP di laut secara remote dan real time. Keempat, Bukit asam juga melakukan sistem digitalisasi angkutan batu bara bekerja sama dengan PT KAI dalam proses tracking status dan waktu pengiriman batu bara.

Rencana ke depan MIND ID yaitu fokus pada pengembangan proses Data Analytic hingga mencapai proses cognitive (decision making autonomy) dengan memanfaatkan machine learning (ML) dan artificial intelligence (AI). Kemudian strategic war room untuk melakukan proses monitor end to end dengan dilengkapi teknologi Augmented reality (AR) dan Virtual Reality (VR) dan visualisasi data dalam bentuk 2D atau 3D reality, dan juga ikut serta dalam pengembangan business dengan trend technology yang ada kedepan seperti ‘Metaverse’ atau sejenisnya.
 
Sementara rencana untuk anggota holding, pertama ANTAM melakukan pengembangan “Digital Gold” sistem yang menggabungkan dua sistem besar retail di Antam (Logam Mulia dan LM Brankas). Hal ini dapat meningkatkan capacity business ANTAM itu sendiri.
 
Kedua, Timah berencana melakukan ‘Fuel management system’ untuk mengontrol penggunaan fuel yang di miliki oleh Timah. Ketiga, Bukit Asam sistem monitoring progress perawatan fasilitas tambang.
 
Keempat, Inalum berencana melakukan transformasi digital di area produksi pada area smelter dengan melakukan proses integrasi data dari PLC dan SCADA, dan data integration sehingga bisa memberikan value seperti early warning system, preventive analytic dan cost effectiveness.