NEWSTICKER

Tag Result:

Merasa Tersinggung, Seorang Ayah di Makassar Bunuh Anaknya

Merasa Tersinggung, Seorang Ayah di Makassar Bunuh Anaknya

pembunuhan

Nyawa Rusli (42) berakhir di tangan ayah kandungnya sendiri. Rahman (70) gelap mata menghabisi nyawa anaknya yang sedang tidur. Rahman menggunakan balok kayu saat melancarkan aksinya. Usai menghabisi nyawa sang anak, Rahman menyerahkan diri ke Polsek Tallo, Kota Makassar. Dugaan sementara motif pembunuhan karena kekesalan pelaku atas ucapan korban.

Kapolsek Tallo Kompol Badollahi mengatakan bahwa penganiayaan ini bermula ketika pelaku kembali ke kampung dan bertemu dengan korban setelah itu terjadi percekcokan antara keduanya. Usai pelaku pulang dari salat subuh, ia melihat korban sedang tertidur kemudian pelaku mengambil balok kayu ukuran 12x12 cm dengan panjang satu meter lalu memukul korban hingga meninggal dunia. 

Sementara itu, anak korban mengatakan bahwa saat kejadian seluruh anggota keluarga masih tertidur. Pihak keluarga masih belum mengetahui secara pasti apa yang melatarbelakangi aksi pelaku. 

Polisi sudah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti berupa balok kayu. Sebelum dimakamkan, jenazah korban sudah divisum atas permintaan keluarga.

Detik-detik Pelaku Pembunuhan di Padang Menyerahkan Diri ke Polisi

Detik-detik Pelaku Pembunuhan di Padang Menyerahkan Diri ke Polisi

pembunuhan

Detik-detik penangkapan pelaku pembunuhan yang menyerahkan diri diabadikan oleh anggota Polsek Kota Padang, Rejang Lebong, Bengkulu di sebuah lokasi kebun sawit yang menjadi lokasi persembunyiannya. Seorang anggota polisi yang mendekati pelaku berinisial HE (39) bahkan mengurungkan niatnya memborgol tangan pelaku karena sikap kooperatifnya, meski pelaku sudah mengulurkan tangan pertanda siap diborgol. 

Kapolsek Kota Padang Iptu M. Zuhdi mengatakan hasil pemeriksaan menyebutkan bahwa pelaku dan korban bertikai karena masalah utang piutang. Korban yang memiliki utang Rp89 ke pelaku marah saat ditagih lalu menikam pisau mengenai dada pelaku. Tidak terima diperlakukan seperti itu, pelaku membalas dan menikam korban di dada dan kaki hingga tewas. Atas tindakannya, pelaku diancam dengan Pasal 351 Ayat (3) dengan ancaman tujuh tahun penjara.  

Tiga Pelaku Pembunuhan Pelajar di Palembang Tertangkap

Tiga Pelaku Pembunuhan Pelajar di Palembang Tertangkap

pembunuhan

Peristiwa pembunuhan seorang pelajar terekam kamera CCTV di Jalan Merdeka, Ilir Barat I, Palembang pada Minggu (29/05/2022) lalu. Dari rekaman CCTV terlihat korban dibacok secara membabi buta oleh tiga pelaku di tengah jalan menggunakan senjata tajam hingga tewas di lokasi kejadian dengan luka di sekujur tubuh terutama di bagian leher.
  
Setelah 20 hari melakukan penyelidikan, polisi akhirnya menangkap tiga pelaku bernama Wahyu, Arvan, dan Ziro. Motif pembunuhan ini dilatarbelakangi oleh dendam lantaran salah satu pelaku bernama Zero, pernah diadang oleh korban. Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhammad Ngajib mengatakan tertangkapnya pelaku pembunuhan pelajar tersebut bermula saat anggota Satreskrim Polrestabes Palembang menangkap salah satu pelaku bernama Wahyu yang terlibat aksi pembegalan sepeda motor. Atas perbuatannya ketiga pelaku diancam 20 tahun kurungan penjara.

Gara-gara Uang Penjualan Kopi, Suami di Bengkulu Tega Bunuh Istri

Gara-gara Uang Penjualan Kopi, Suami di Bengkulu Tega Bunuh Istri

pembunuhan

Seorang suami di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu tega membunuh istrinya sendiri menggunakan kabel karena korban enggan menyerahkan uang hasil penjualan kopi. Pelaku berinisial KM (33) sempat kabur, namun akhirnya menyerahkan diri. 

Untuk kepentingan penyidikan, polisi akan mengajukan persetujuan autopsi terhadap korban yang telah dimakamkan. Atas perbuatannya, pelaku terancam pidana penjara paling lama 15 tahun. Pelaku sempat menangis saat mengingat mendiang istri dan anaknya yang baru berusia enam tahun. 

Misteri Pembunuhan Nenek di Malang, Polisi Temukan Pisau 40 Cm

Misteri Pembunuhan Nenek di Malang, Polisi Temukan Pisau 40 Cm

pembunuhan

Seorang nenek bernama Wurlin (70) di Dusun Manggisari, Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya. Sementara itu, sang cucu terluka parah di bagian leher dan perut sehingga langsung dilarikan kerumah sakit. 

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari tempat kejadian perkara seperti pisau sepanjang 40 centimeter serta barang diduga sebagai alat pembunuhan. Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait pelaku modus dan motif dari pembunuhan. 

Kolonel Priyanto Divonis Seumur Hidup, Keluarga Korban Puas

Kolonel Priyanto Divonis Seumur Hidup, Keluarga Korban Puas

pembunuhan

TNI Kolonel Infanteri Priyanto dalam sidang kasus pembunuhan sejoli Handi Saputra Hidayatullah (18) dan Salsabila (14) di Nagreg, Jawa Barat. Pihak keluarga diwakili Ayah Handi Saputra, Etes Hidayatullah menyaksikan sidang di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta melalui televisi.

Keluarga merasa lega karena sudah ada kepastian putusan Kolonel Infanteri Priyanto divonis hukuman penjara seumur hidup dengan Pasal 340 KUHP, Pasal 338 KUHP, Pasal 328 KUHP, Pasal 333 KUHP, dan Pasal 181 KUHP, jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP serta pemecatan secara tidak terhormat dari TNI. 

Terungkap, Anak Tergantung di Jembatan Tol Japek Ternyata Dibunuh Kakak Ipar

Terungkap, Anak Tergantung di Jembatan Tol Japek Ternyata Dibunuh Kakak Ipar

pembunuhan

Polres Karawang, Jawa Barat mengungkap penemuan tewas anak tergantung di bawah jembatan Tol Japek. Belakangan diketahui kakak ipar korban berinisial T ternyata pelaku pembunuhan dengan motif kesal korban.

Bawa Tanda Jasa, Kolonel Priyanto Tetap Dituntut Seumur Hidup

Bawa Tanda Jasa, Kolonel Priyanto Tetap Dituntut Seumur Hidup

pembunuhan

Kolonel Inf Priyanto melampirkan tanda jasa Satyalancana Kesetiaan dan Satyalancana Seroja dalam pledoi. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan keringanan. Namun pelaku pembunuhan sejoli Handi-Salsabila, di Nagreg, Jawa Barat tetap dituntut hukuman penjara seumur hidup.

Terbakar Cemburu, Seorang Istri Bunuh Pacar Suami dengan Pisau Dapur

Terbakar Cemburu, Seorang Istri Bunuh Pacar Suami dengan Pisau Dapur

pembunuhan

Diduga karena cemburu seorang perempuan bernama Neneng Umayah (24) tega membunuh pacar suaminya DN (26) setelah korban dilaporkan hilang selama beberapa hari. Diketahui tersangka menjebak dan membawa korban ke tempat yang sepi sebelum akhirnya dibunuh.

Kapolsek Cengkareng, Kompol Ardhie Demastyo menjelaskan tersangka cemburu usai membaca chat whatsapp suami dengan korban dan melakukan penjebakan untuk membunuh korban. Sebelum dibunuh, korban dipukul di bagian kepala sebanyak lima kali dengan kunci inggris dan dibunuh dengan peralatan yang telah dipersiapkan oleh tersangka seperti pisau dapur dan gunting rumput.  Dari kasus ini Neneng Umayah bisa dikenakan pasal 340 soal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Kasus Ibu Bunuh Balita, Polres Semarang: Pelaku Stres Terjerat Pinjol

Kasus Ibu Bunuh Balita, Polres Semarang: Pelaku Stres Terjerat Pinjol

pembunuhan

Kasus seorang ibu membunuh putri balita dalam sebuah kamar hotel di Semarang, mulai terungkap. Polres Semarang mengungkap bahwa sang ibu melakukan perbuatan tersebut dan mencoba bunuh diri, didorong stress karena terjerat utang pinjaman online.

Kepada polisi, ibu yang kini dikenai status tersangka kasus pembunuhan anak tersebut mengaku dirinya stress karena menghabiskan tabungan keluarga untuk membayar utang pinjaman online sebesar Rp38 juta. Sehari sebelum kejadian, dirinya dimarahi oleh sang suami yang belakangan mengetahui bahwa saldo rekening tabungan hanya tersisa Rp1 juta.

Kasus ini terungkap oleh pelayan hotel yang hendak membersihkan kamar. Setelah lama tidak mendapat jawaban, pintu kamar hotel dibuka dengan kunci darurat dan didapati pelaku dalam kondisi pingsan dengan leher terlilit handuk. Di sampingnya tergeletak jasad putri balita korban. 

 

Sidang Kasus Pembunuhan Sejoli di Nagreg, Kolonel Prijanto Bacakan Pledoi

Sidang Kasus Pembunuhan Sejoli di Nagreg, Kolonel Prijanto Bacakan Pledoi

pembunuhan

Sidang kasus pembunuhan sejoli di Nagreg dengan terdakwa Kolonel Infranteri Priyanto digelar di Pengadilan Militer Tinggi II, Jakarta, Selasa (10/5/2022) pagi, dengan agenda pembacaan pembelaan. Di dalam kasus ini, terdakwa dituntut hukuman penjara seumur hidup dan dipecat dari TNI AD sebab dianggap terbukti secara sah melakukan pembunuhan berencana dan menyembunyikan kematian dua korban. 

Terbakar Cemburu, Selingkuhan Istri Bunuh Suami

Terbakar Cemburu, Selingkuhan Istri Bunuh Suami

pembunuhan

Seorang pria di Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta, tewas dianiaya oleh seseorang yang diduga merupakan selingkuhan istrinya. Kasus ini terungkap karena informasi dari masyarakat tentang temuan jenazah dan sejumlah luka di tubuh korban. 

Kasus Pembunuhan Sejoli di Nagreg, Kolonel Priyanto Dituntut Penjara Seumur Hidup

Kasus Pembunuhan Sejoli di Nagreg, Kolonel Priyanto Dituntut Penjara Seumur Hidup

pembunuhan

Kolonel Priyanto dituntut hukuman penjara seumur hidup atas perannya sebagai otak tindak pembunuhan berencana terhadap dua sejoli di Nagreg, Jawa Barat. Unsur memberatkan adalah, satu dari dua remaja yang menjadi korbannya, masih dalam keadaan bernyawa ketika dibuang ke Sungai Serayu, Banyumas, Jawa Tengah. 

Selain hukuman penjara seumur hidup, mantan Kasie Intel Korem Gorontalo tersebut dituntut agar diberhentihan dari jajaran TNI AD. Dua tuntutan hukuman ini dibacakan oditur militer dalam sidang di Mahkamah Militer, Jakarta Timur, Kamis (21/04/2022).  
 

Kasatpol PP Makassar Jadi Perencana Pembunuhan, Kriminolog: Ada Masalah dengan Kualitas & Tata Kelola Satpol PP

Kasatpol PP Makassar Jadi Perencana Pembunuhan, Kriminolog: Ada Masalah dengan Kualitas & Tata Kelola Satpol PP

pembunuhan

Cemburu dalam cinta segi tiga diyakini sebagai faktor pendorong Kasatpol PP Makassar, M Iqbal Asnan, membunuh seorang pegawai Dishub Makassar, Najamuddin Sewang. Eksekusi rencana pembunuhan dengan cara ditembak senjata api dilakukan oleh SL, seorang oknum polisi.

Kasus ini menjadi sorotan bukan hanya karena faktor cinta segi tiga, melainkan otak dari raksi pembunuhan berencana ini adalah seorang pejabat tinggi pemerintahan daerah. Jabatannya pun Kasatpol PP yang membawahi ratusan aparat Satpol PP dangan tugas utama memberikan rasa aman dan menegakkan ketertiban di masyarakat. 

Secara terbuka kriminolog Universitas Indonesia (UI), Adrianus Meliala, menyatakan bahwa secara umum jajaran Satpol PP -tidak hanya di Pemkot Makassar, tapi juga daerah lainnya- masih punya masalah dengan kualitas SDM dan tata kelola yang lemah. Seragam tugas aparat Satpol PP yang bergaya militer look membuat orang yang mengenakan merasa jumawa.

"Maka nantinya Satpol PP tak perlu menampilkan anggota yang penuh dengan seragam dengan pangkat-pangkat sehingga menimbulkan kesan jumawa, terlalu percaya diri  dan lalu berani masuk pada situasi yang melanggar hukum,” kata Adrianus dalam Prime Time News Metro TV, Selasa (19/4/2022).

Di sisi lain, dalam kasus ini ada keterlibatan oknum polisi. Kali menurut Adrianus Meliala bukan karena faktor psikologis akibat seragam. Melainkan adanya kedekatan emosional antara Iqbal dengan SL, oknum polisi yang menjadi eksekutor penembakan Najamuddin Sewang. 

Ada hubungan kekerabatan dengan Iqbal, menciptakan perasaan untuk balas budi atau berbakti merasa lebih muda. Meski ada uang terima kasih sebesar Rp85 juta yang diberikan kepada SL dan dua anggota tim eksekutor. Modus seperti ini amat lazim ditemui dalam banyak kasus pembunuhan berencana. 

“Kelompok yang disebut pembunuh bayaran ini bukan benar-benar pembunuh bayaran dalam arti orang yang bekerja berbasis upah atau profesional, tetapi lebih pada hubungan baik,” kata Adrianus.



(Suryani Wandari Putri Pertiwi)

Jadi Tersangka Pembunuhan Cinta Segi Tiga, Kasatpol PP Makassar Terancam Dipecat

Jadi Tersangka Pembunuhan Cinta Segi Tiga, Kasatpol PP Makassar Terancam Dipecat

pembunuhan

Walikota Makassar Danny Pomanto menyerahkan sepenuhnya kasus pembunuhan bermotif cinta segi tiga yang melibatkan bawahannya dan menyeret seorang oknum polisi. Di dalam kapasitas sebagai kepala pemerintahan kota, Danny Pomanto menetapkan pembertian sementara kepada tersangka yang disusul dengan pemberhentian tetap setelah ada putusan hukum tetap. 

Cinta Segitiga PNS di Makassar Berujung Pembunuh Berencana

Cinta Segitiga PNS di Makassar Berujung Pembunuh Berencana

pembunuhan

Fakta baru korban pembunuhan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar Najamuddin Sawang oleh pelaku utama pembunuhan Kasatpol PP M Ikbal Asnan semakin terungkap. Kasus ini bermula permasalahan pelaku tidak suka korban dekati R, pacar gelapnya, muncul rencana untuk menyingkirkannya. 

Mahasiswa Brawijaya Dibunuh Ayah Tiri Sang Pacar Karena Cemburu

Mahasiswa Brawijaya Dibunuh Ayah Tiri Sang Pacar Karena Cemburu

pembunuhan

Pelaku pembunuhan mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya Malang, Jatim terungkap adalah ayah tiri dari pacar korban. Motif pembunuhan karena tersangka juga suka dengan anak tirinya dan cemburu. 

2 Perampok yang Buang Korban ke Septic Tank Diancam Hukuman Mati

2 Perampok yang Buang Korban ke Septic Tank Diancam Hukuman Mati

pembunuhan perampokan

Dua pelaku perampokan dan pembunuhan yang membuang korban ke dalam septic tank di Bengkalis, Riau, telah ditangkap. Ancaman hukuman maksimal yang menanti mereka adalah hukuman mati.
 

Sadis, Suami Bunuh Istri dan Anaknya dengan Sajam

Sadis, Suami Bunuh Istri dan Anaknya dengan Sajam

pembunuhan

Seorang suami di Serang, Banten tega menganiaya anak dan istrinya menggunakan senjata tajam hingga meninggal dunia. Pelaku berhasil ditangkap Polisi saat mencoba melakukan bunuh diri.

Kolonel Pembunuh Dua Sejoli Sempat Ubah Cat Mobil untuk Hilangkan Jejak

Kolonel Pembunuh Dua Sejoli Sempat Ubah Cat Mobil untuk Hilangkan Jejak

pembunuhan

Terdakwa pembunuh dua sejoli di Nagreg, Jawa Tengah, Kolonel Priyanto mengakui berusaha menghilangkan jejak. Kolonel Priyanto sempat mengubah cat mobil miliknya untuk menghilangkan jejak.

Polisi Buru Pembunuh Pelajar asal Kebumen di Yogyakarta

Polisi Buru Pembunuh Pelajar asal Kebumen di Yogyakarta

pembunuhan

Polisi terus menyelidiki kasus kematian anak anggota DPRD Kebumen, Jawa Tengah yang tewas diserang menggunakan gir oleh sekelompok orang. Kasus ini diduga berawal dari ketersinggungan antara dua kelompok.

Polisi Kembali Beri Janji Ungkap Pembunuh Ibu & Anak di Subang

Polisi Kembali Beri Janji Ungkap Pembunuh Ibu & Anak di Subang

pembunuhan

Polda Jawa Barat terus memberikan janji soal kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat. Kali ini Polda Jabar Irjen Pol Suntana berjanji akan menangkap pelaku kasus pembunuhan tujuh bulan lalu ini sebelum bulan Ramadan.

Nenek Bacok Satu Keluarga: Suami Tewas, Anak Cucu Kritis

Nenek Bacok Satu Keluarga: Suami Tewas, Anak Cucu Kritis

pembunuhan

Peristiwa berdarah terjadi di Bandung Barat, Jawa Barat saat seorang nenek menyerang satu keluarga menggunakan senjata tajam. Dalam peristiwa tersebut sang suami pelaku tewas sementara anak dan cucunya mengalami kritis. 

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di TPU Ulujami

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di TPU Ulujami

pembunuhan

Polres Metro Jakarta Selatan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan di TPU Ulujami Pesanggrahan, Jaksel pada Kamis (24/2/2022) pagi. Dalam rekonstruksi tersebut sebanyak 22 adegan diperagakan oleh tiga tersangka. 

Misteri Pembunuhan di TPU Ulujami Terungkap

Misteri Pembunuhan di TPU Ulujami Terungkap

pembunuhan

Kasus pembunuhan seorang pemuda yang mayatnya ditemukan di TPU Ulujami, Jakarta Selatan akhirnya terkuak. Pembunuhan belakangan diketahui dilakukan oleh pembunuh bayaran. Jasa pelaku digunakan oleh tersangka lain yang memiliki masalah asmara dengan korban.

Pembunuh Perempuan dalam Kardus di Cibinong Ditangkap

Pembunuh Perempuan dalam Kardus di Cibinong Ditangkap

pembunuhan

Warga Keradenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat digegerkan dengan penemuan mayat perempuan di dalam plastik dan kardus pada 9 Februari lalu. Warga setempat mengaku tidak mengenal ciri-ciri korban dan memastikan bukan warga sekitar. 

Hari ini, Jumat (11/2/2022) Polisi berhasil menangkap pelaku yang merupakan kekasihnya sendiri yang dikenal melalui media sosial. Pelaku berinisial AS mengaku membunuh korban karena cemburu melihat korban berbalas pesan dengan orang lain.

PembunuhPrajurit TNI di Waduk Pluit Diduga Salah Sasaran

PembunuhPrajurit TNI di Waduk Pluit Diduga Salah Sasaran

pembunuhan

Polres Metro Jakarta Utara menangkap para pelaku pengeroyokan di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, yang mengakibatkan tewasnya seorang prajurit TNI. Hasil sementara pemeriksaan, diduga pelaku menyerang orang yang keliru. 

Ibu di Jember Aniaya Anak Hingga Tewas Karena BAB Sembarangan

Ibu di Jember Aniaya Anak Hingga Tewas Karena BAB Sembarangan

pembunuhan

Seorang ibu di Jember, Jawa Timur tega menganiaya anaknya hingga tewas. Pelaku sempat berkali-kali diperiksa polisi karena keterangan yang berbelit-belit. Pelaku mengaku menganiaya anaknya karena kesal saat buang air besar (BAB) tidak pernah bilang. Korban dipukul dengan benda tumpul berkali-kali di kaki, tangan dan kepala. Atas perbuatannya, pelaku terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

3 Anggota TNI Pembunuh Sejoli Segera Disidang

3 Anggota TNI Pembunuh Sejoli Segera Disidang

pembunuhan

Satuan penyidik Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspom AD) telah menggelar rekonstruksi kasus tabrak lari dan pembuangan jenazah sejoli oleh tiga oknum anggota TNI AD. Usai rekonstruksi, berkas hasil penyidikan barang bukti serta ketiga pelaku diserahkan Puspom AD kepada Auditorat Militer Tinggi II Jakarta untuk disidangkan di Pengadilan Militer Tinggi. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memastikan ketiga oknum tentara itu bisa dituntut hukuman setimpal dan maksimal.

Reka Adegan Tabrakan & Pembuangan 2 Sejoli Dilaksanakan di Nagreg & Banyumas

Reka Adegan Tabrakan & Pembuangan 2 Sejoli Dilaksanakan di Nagreg & Banyumas

pembunuhan

Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) menggelar rekonstruksi kasus tabrak lari dan pembuangan jenazah sejoli oleh tiga anggota TNI. Rekonstruksi digelar di dua lokasi yakni Nagreg, Jawa Barat dan Sungai Serayu, Banyumas, Jawa Tengah. Di Nagreg, ketiga pelaku melakukan empat adegan saat menabrak dan membawa dua korban ke dalam mobil. Di Banyumas, Jawa Tengah, adegan saat pelaku membuang korban ke Sungai Serayu.